Masalah Pariwisata Badung : Zonasi Hotel, Kemacetan, Hingga Sampah

Badung Post, Seminyak. Dengan semakin majunya pariwisata di Kabupaten Badung, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan berbagai masalah. Mulai Zonasi Hotel, Kemacetan, Hingga Sampah
 
Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, I.B Agung Partha, Kamis,(31/8) disela acara "Penyerapan Aspirasi Pentahelix IX Pariwisata Guna Menuju Badung Yang Maju, Berkualitas, Berbudaya dan Berkesinambungan" yang dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung, Dr. I Putu Parwata Mk, MM, di Seminyak, Badung. 
 
Ia mengatakan, beberapa masalah akan timbul dan sangat perlu penanganan yang serius. Adapun beberapa masalah yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung seperti masalah zonasi dan Ijin hotel, kemacetan, sampah, sampai dengan masalah Infrastruktur. Beberapa hal tersebut sangat penting diperhatikan, agar mampu menuju pariwisata Badung yang lebih baik lagi kedepannya.
 
"Masalah penzonasian, misalnya untuk  hotel bintang lima tidak akan bisa dimixed (campur) lokasinya dengan Hostel. Karena itu akan bisa mengrade downkan Hotel bintang empat maupun lima pada akhirnya," jelasnya
 
Dilanjutkan, pemerintah Kabupaten Badung,  harus memiliki sistem yang bagus. Terutama terkait dengan penzonasian hotel di daerah Badung.
 
"Menurut saya pribadi, jika dilihat pemerintah memiliki regulasi dan anggaran. Itu yang harus diperkuat," ucapnya.
 
Selanjutnya stop izin pembangunan hotel, khususnya di daerah Badung. Itu harus segera dilaksanakan, saat ini bisa dikatakan pembangunan hotel sudah over supply.
 
"Pembangunan hotel khususnya di daerah Badung bisa dikatakan sudah terlalu banyak. Itu bisa  dilihat dari okupansi hotel pada high season hanya 60 persen saja yang terisi. Akhirnya, berpengaruh dengan harga hotel yang menjadi ikut menurun," katanya.
 
Selain itu Partha mengatakan, masalah kemacetan, masalah sampah dan infrastruktur juga masih mendominasi. Akan tetapi meskipun demikian, masalah tersebut bukan dialami oleh Kabupaten Badung saja, melainkan beberapa daerah di Bali menghadapi tiga permasalah tersebut juga.
 
"Harapan saya, tiga permasalahan itu bisa menjadi antensi oleh pemerintah Kabupaten Badung juga. Agar kedepan pariwisata di Badung dapat berjalan dengan semakin baik. Maka, dibutuhkan koordinasi yang baik antar kedinasan untuk terus ditingkatkan lagi," tutupnya. [bpc/aga]


Related News